Tampilkan postingan dengan label santo vinsensius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label santo vinsensius. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2010

Kevin Malang Raya Bersukacita

Tanggal 10 Oktober 2010, sekitar 400 orang anggota Keluarga Vinsensian (KEVIN) se-Malang Raya memenuhi aula Agape, Bhakti Luhur jalan Dieng 40 Malang untuk mengikuti misa syukur dalam rangka memperingati 350 tahun wafat Santo Vinsensius de Paul dan Santa Louisa de Marilac. Peringatan ini menjadi puncak dan penutupan rangkaian acara selama setahun dalam rangka yubileum tersebut. Para anggota KEVIN yang hadir dalam acara ini adalah para Suster Puteri Kasih, Suster Alma, Frater dan Romo CM, Frater BHK, Awam SSV, SSA, dan para klien (anak asuh). Misa dimulai pukul 09.00 yang dipimpin oleh Romo Adi, CM dengan dua romo pendamping dan dimeriahkan oleh koor dari para frater dan suster. Romo Adi dalam khotbahnya menegaskan tentang peranan Santo Vinsensius dan Santa Louisa sebagai alat Tuhan dan diharapkan pula agar para anggota KEVIN meneladani semangat itu, yakni menjadi alat Tuhan mewartakan kabar gembira bagi saudara-saudara yang miskin dan berkekurangan. 
Sementara itu pada waktu yang sama, anak-anak asuh yang non-Katolik menyaksikan tayangan film yang menghibur khas anak-anak di salah satu ruangan di kompleks Bhakti Luhur. Seusai misa, semua peserta berkumpul di aula untuk bergembira bersama dalam aneka permainan yang diselingi dengan pemberian door prise bagi yang beruntung. Acara ditutup dengan santap siang bersama dan pembagian kenang-kenangan sederhana.

Minggu, 26 September 2010

Mengenal Santo Vinsensius de Paul


Sumber: Milis http://groups.yahoo.com/group/vinsensian

Selama ini kita hanya mengenal Santo Vinsensius a Paulo sebagai pendiri serikat Congregatio Misionis. Akan tetapi, sebenarnya ada banyak sekali kisah hidupnya yang unik, menggugah hati, dan sayang untuk dilewatkan...

Santo Vinsensius a Paulo (Saint Vincent de Paul) lahir tanggal 24 April 1581 di Desa Pouy, tidak jauh dari kota Dax, Perancis Selatan. Vinsensius kecil beserta kelima saudaranya tumbuh besar dalam sebuah keluarga penganut Katolik yang ekonominya pas-pasan namun taat, rendah hati dan pekerja keras. Sifat-sifat orangtuanya ini tertanam pula pada anak-anak mereka, termasuk Vinsensius, yang paling cerdas dan berotak tajam cemerlang.
Vinsensius lulus sekolah menengah pada tahun 1596 dan memutuskan untuk menjadi imam. Vinsensius melanjutkan studinya di sebuah universitas di Toulouse, dan akhirnya ditahbiskan menjadi imam pada bulan September 1600.