Selasa, 01 Februari 2011

Peziarahanku bersama Dia

(oleh Fr. Emanuel dalam rangka 40 tahun hidup membiara)
Empat puluh tahun sudah aku berjalan bersama dengan Dia dalam peziarahan hidupku sebagai seorang biarawan dalam Tarekat Bunda Hati Kudus. Aku akan dan terus berjalan bersama dengan Dia menuju ke tapal batas. Dan seluruh lika- liku hidupku akan menjadi suatu kenangan yang sangat bernilai setidaknya untuk pribadiku sendiri.
Dalam menjalani tahun-tahun peziarahanku, aku terkenang akan peristiwa empat puluh dua tahun yang lalu. Suatu sore yang mendung pada tanggal 6 Januari 1969 aku menghantar saudariku untuk masuk SPG Putri di Waibalun yang dikelolah oleh para Suster CIJ. Ketika kembali ke Larantuka tanpa sengaja aku mampir ke Biara BHK, St. Gabriel – Podor- Larantuka. Aku menekan bel biara. Kemudiam muncul seorang Frater. Dengan sopan dia menanyakan keperluanku. Dan aku menjawab,: Aku mau bertemu dengan Pimpinan Biara.” Aku disuruh menunggu.

Selasa, 07 Desember 2010

Memahami "Maria Dikandung Tanpa Dosa (Immaculata Conceptio)"

Lukisan "Maria Immaculata" karya Murillo, Bartolomé Esteban
Dikandung Tanpa Dosa (Bahasa Latin: Immaculata Conceptio) adalah, menurut dogma Gereja Katolik Roma, kepercayaan bahwa Maria dikandung tanpa noda ("macula" dalam Bahasa Latin) dosa asal apapun. Dogma ini kemudian menyebutkan bahwa dari saat pertama keberadaannya, ia dijaga oleh Tuhan dari segala kehilangan kekudusan yang merundung umat manusia, dan sebaliknya ia dipenuhi dengan rahmat Ilahi. Lebih jauh lagi dipercaya bahwa Maria kemudian menjalani kehidupannya terbebas sepenuhnya dari dosa.[1] Dalam kata-kata Paus Pius XII dalam Mystici Corporis, "ia terbebas dari segala dosa pribadi maupun turunan".[2] Pembuahannya yang tanpa noda dalam rahim ibunya (yang terjadi dari hubungan seksual yang normal, harus dibedakan dengan doktrin Kelahiran Yesus dari Perawan.