![]() |
| Lukisan "Maria Immaculata" karya Murillo, Bartolomé Esteban |
Tampilkan postingan dengan label Maria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maria. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Desember 2010
Memahami "Maria Dikandung Tanpa Dosa (Immaculata Conceptio)"
Rabu, 06 Oktober 2010
7 Oktober, Peringatan Maria Ratu Rosario
Pada tanggal 7 Oktober 1571 terjadi suatu pertempuran armada laut yang dahsyat di Laut Tengah, dekat pantai Yunani. Tempat itu disebut Lepanto. Turki memiliki angkatan laut yang paling kuat di bawah pimpinan Halifasha. Sebelum pertempuran ini, Turki telah menyerang semua pelabuhan Katolik di Eropa. Paus Pius V yang pada waktu itu duduk di Tahta St. Petrus di Roma menyerukan supaya semua orang Katolik di Eropa bersatu dan bertahan terhadap serangan armada Halifasha. Kemudian Paus menunjuk Don Yuan dari Austria menjadi komandan armada gabungan Eropa yang akan menghadapi armada Turki.
Don Yuan terkenal memiliki devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria. Ketika tentara Katolik naik ke kapal untuk diberangkatkan ke medan perang, mereka masing-masing diberi rosario di tangan kanan, sementara tangan kiri mereka memegang senjata. Paus yang menyadari aramada ini tidak ada artinya dibandingkan dengan armada Turki yang jumlahnya tiga kali lipat, meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa rosario. Di mana-mana orang berdoa rosario selama 24 jam terus-menerus.
7 Oktober 1571 pukul 11.30 kedua armada itu mulai bertempur dengan dahsyat hingga baru berakhir keesokan harinya pukul 5.30 sore. Mukjizat terjadi di sana. Ketika pertempuran sedang berlangsung sengit, tiba-tiba angin berubah arah sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada Turki berhasil dikalahkan. Halifasha mati terbunuh. Karena kemenangan rosario ini, maka tanggal 7 Oktober ditetapkan sebagai Hari Raya Rosario.(berbagai sumber).
Senin, 04 Oktober 2010
Maria Prototipe Iman Kita
Oleh Fr. Patricius BHK
ILUSTRASI | Bunda Hati Kudus |
Pada suatu kesempatan pertemuan pendalaman iman, seorang ibu yang menikah pada umur 16 tahun pernah bernostalgia begini. Dulu, waktu saya mengandung anak pertama, hidup saya amat menderita. Sewaktu melahirkannya, saya mempertaruhkan nyawa, antara mati atau hidup. Cukup lama saya pingsan dan tak sadarkan diri. Anggota keluarga dan tetangga – tetangga dekatku turut merasakan penderitaan itu. Banyak di antara mereka yang menangis, karena prihatin dengan kondisi kesehatan saya yang sudah tak punya harapan lagi untuk hidup. Berbeda dengan anak yang kedua. Sewaktu mengandung, kondisi kesehatan saya cukup baik, sehingga sewaktu melahirkannya semua berjalan lancar dan aman.
Kedua pengalaman ini ternyata menunjukan nasib dan masa depan mereka berdua. Anak pertama yang begitu susah dan merepotkan orang tua sewaktu mengandung dan melahirkan, ternyata setelah dewasa, kepribadiannya sangat baik dan ia mempunyai perhatian terhadap orang tua. Kami sangat bangga dengan kehadirannya. Sedangkan anak yang kedua, justeru sebaliknya. Ia suka melawan perintah orang tua, keras kepala, mabuk – mabukan, sering
Langganan:
Postingan (Atom)

